You need to enable javaScript to run this app.

Tingkatkan Kemampuan Menulis Peserta Didik, SMA Negeri 10 Pandeglang Gelar Workshop Literasi

  • Senin, 29 Mei 2023
  • SmanioED
  • 0 komentar
Tingkatkan Kemampuan Menulis Peserta Didik, SMA Negeri 10 Pandeglang Gelar Workshop Literasi

sman10pandeglang.sch.id - Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran sastra di sekolah, SMAN 10 Pandeglang menggelar workshop penulisan cerpen dengan mengusung tema “Berbahasa dan Bersastra Demi Kemajuan Bangsa.”  

Kegiatan workshop tersebut dilaksanakan di ruang aula dengan jumlah peserta sebanyak enam puluh peserta dari berbagai jenjang kelas pada Senin (29/5/2023).

Dalam kegiatan yang baik ini, turut hadir Kepala Sekolah SMAN 10 Pandeglang, Hj. Aan Qonaah, M.Pd dengan didampingi sejumlah guru Bahasa dan Sastra Indonesia yang sekaligus membuka kegiatan tersebut.

“Kalimat literasi sering terdengar di telinga kita, apa sih Literasi? Literasi adalah sejumlah kemampuan kita (red-siswa), terhadap pemahaman tentang dunia menulis dan membaca,” kata Ibu Hj. Aan Qonaah, M.Pd dalam sambutannya.

Lanjut Ibu Hj. Aan Qonaah,M.Pd, “Bahwa kemampuan literasi semua siswa terangkum dalam rapot pendidikan yang menjadi tolak ukur kualitas pendidikan di satuan pendidikan. Sementara gambaran literasi siswa SMAN 10 Pandeglang, kemampuan literasi numerasi masih dibawah KKM. Sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi.”

Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mengadakan kegiatan literasi pada setiap hari Rabu dalam bentuk kegiatan membaca tiga puluh menit dengan berbagai jenis bacaan yang dapat dibagikan ke gawai masing-masing siswa. Kemudian salah satu tindak lanjutnya adalah dengan mengadakan workshop penulisan cerpen ini.

Dalam kegiatan workshop kali ini, SMA Negeri 10 Pandeglang mengundang penulis cerpen handal, Rahmat Heldy Hs, yang merupakan Duta Baca Banten dan Instruktur Literasi Nasional dengan membawakan materi “Tema dan Dunia Imajinasi dalam Cerita Pendek.”

Kata Rahel – sapaan akrabnya, “Kenapa cerpen yang kita tulis selalu kalah dalam lomba atau sering ditolak di media masa? Selain struktur dan kaidah bahasa yang masih banyak salah. Juga daya imajinasi yang masih kurang liar. Jadi, cerita pendek terkesan seperti berita,” jelasnya.

“Maka dalam kesempatan ini, saya akan membimbing adik-adik semua cara menulis cerpen untuk memenangkan lomba dan juga agar lolos diterbitkan media masa”, tegas Rahel.

Rahel yang sudah banyak pengalaman dalam bidang menulis cerpen memandu kegiatan workshop ini sampai selesai. Bahkan para peserta dengan hasil cerpen yang baik diberi hadiah buku novel untuk memotivasi para siswa agar terus menulis.

Workshop menulis cerpen ini dikunjungi juga oleh perwakilan pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Aan Khojanah.

“Ini adalah salah satu tindak lanjut kegiatan literasi di SMAN 10 Pandeglang. Dalam kunjungan ini saya melihat antusias sekali para siswa dan siswi SMAN 10 Pandeglang. Saya sangat bangga,” puji Aan.

Harapan Aan, semoga dengan workshop menulis cerpen yang langsung ditangani oleh Kang Rahel yang sudah banyak pengalamannya, para siswa terus aktif menulis hingga kemampuan literasi mereka meningkat,” pungkasnya. (GoKreaf/Jee)

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Hj. Aan Qonaah, M.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamualaikum Wr. Wb.Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT., karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga website...

INFORMASI